RSS

Arsip Tag: Sepakbola

Final Liga Champions 2004/5 antara AC Milan dan Liverpool

Final Liga Champions 2004/5 antara AC Milan dan Liverpool menyajikan mukjizat Istanbul yang tak terlupakan sepanjang zaman.

Final Liga Champions 2005
25 Mei 2005
Stadion Olimpiade Kemal Ataturk, Istanbul
Wasit: Manuel Mejuto Gonzalez
Penonton: 70.024 orangAC Milan 3-3 Liverpool
(2-3 adu penalti)
(Paolo Maldini 1′, Hernan Crespo 38′, 42′;
Steven Gerrard 54′, Vladimir Smicer 56′, Xabi Alonso 60′)

Milan
1- Dida
2- Cafu
3- Paolo Maldini
31- Jaap Stam
13- Alessandro Nesta
21- Andrea Pirlo
8- Gennaro Gattuso / 10- Rui Costa (112′)
20- Clarence Seedorf / 27- Serginho (86′)
22- Kaka
7- Andriy Shevchenko
11- Hernan Crespo / 15- Jon Dahl Tomasson (85′)

Liverpool
1- Dudek
3- Steve Finnan / 16- Dietmar Hamann (46′)
21- Djimi Traore
23- Jamie Carragher
4- Sami Hyypia
14- Xabi Alonso
10- Luis Garcia
6- John Arne Riise
8- Steven Gerrard
7- Harry Kewell / 11- Vladimir Smicer (23′)
5- Milan Baros / 9- Djibril Cisse (85′)

http://roadsofstone.files.wordpress.com/2007/03/steven-gerrard-liverpool-champions-league-2005-istanbul.jpg?w=645

Dinding stadion Kemal Ataturk seperti setipis kertas. Dari kamar ganti Liverpool, sorak sorai pemain AC Milan di ruangan yang berbeda begitu jelas terdengar. Semua pemain Liverpool tertunduk lesu. Tak ada yang berani menegakkan kepala. Pada malam final Liga Champions 2004/05 itu, Milan memberikan pukulan telak kepada Liverpool. Milan mampu unggul 3-0 saat jeda. Bek veteran Paolo Maldini membuka keunggulan pada menit pertama pertandingan. Sebelum turun minum, Hernan Crespo menambahnya dengan dua gol. Awal yang sempurna.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/29/2100153p.jpg

Tak mau disetir kemurungan, Rafael Benitez menghimpun nafas dan berdiri di tengah para pemainnya. Sang manajer sadar, dia hanya punya waktu 15 menit untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Ketika berjalan dari bangku cadangan menuju ruang ganti, benak Benitez dipusingkan mencari-cari kalimat dalam bahasa Inggris yang tepat untuk “menghidupkan” para pemainnya. Kalimat yang kemudian meluncur dari mulutnya sederhana saja.

“Jangan tundukkan kepala kalian. Kita Liverpool. Kalian bermain untuk Liverpool. Jangan lupakan itu. Kalian harus tetap menegakkan kepala kalian untuk suporter. Kalian harus melakukkannya untuk mereka”, serunya.

“Kalian tak pantas menyebut kalian pemain Liverpool kalau kepala kalian tertunduk. Kalau kita menciptakan beberapa peluang, kita berpeluang bangkit dalam pertandingan ini. Percaya lah kalian mampu melakukannya. Berikan kesempatan buat kalian sendiri untuk keluar sebagai pahlawan.”

Sebelum tim keluar kamar ganti, Rafa menyusun skema formasi baru di papan tulis. Untuk menghambat Kaka, Rafa meminta Dietmar Hamann bersiap tampil menggantikan Djimi Traore. Namun, ketika diberitahu Steve Finnan mengalami cedera, Benitez memanggil kembali Traore yang sudah mencopot sepatu dan berjalan ke kamar mandi. Keputusan terakhir, Finnan keluar, Hamann masuk.

Rafa sadar, tak ada lagi ruginya mengorbankan seorang pemain bertahan. Liverpool bermain dengan tiga pemain belakang dan kapten Steven Gerrard didorong lebih ke depan. Liverpool memang harus bangkit, sekarang atau tidak sama sekali.

Inilah lima belas menit yang menentukan. Lima belas menit yang mengubah segalanya. Babak kedua menjadi milik Liverpool. Sembilan menit berjalan, Liverpool menyulut sumbu ledak stadion. Dalam rentang enam menit berikutnya, Liverpool ganti mengendalikan situasi. Steven Gerrard memberikan gol inspirasional lewat sundulan kepala menyongsong umpan John Arne Riise. Tak lama berselang, tendangan keras jarak jauh Vladimir Smicer tak dapat ditahan Dida. Belum lagi Milan menata diri, pada menit ke-60, Gerrard dijatuhkan di kotak penalti oleh Gennaro Gattuso. Penalti! Awalnya, eksekusi Xabi Alonso sempat ditahan Dida, tapi bola muntah langsung disambar Alonso.

Cerita belum selesai. Kedudukan 3-3 bertahan hingga 90 menit. Pertandingan diperpanjang hingga 30 menit, tapi tetap tak bisa menentukan pemenang. Juara Liga Champions musim itu pun harus diselesaikan melalui babak adu penalti.

Sebelum “babak perjudian” itu dimulai, Jamie Carragher datang menghampiri kiper Jerzy Dudek. Carra menyarankan Dudek agar melakukan “sesuatu” untuk mengacaukan konsentrasi pemain Milan. Dudek langsung teringat rekaman video yang pernah disaksikannya. Kaki spaghetti! Saat adu penalti final Piala Champions 1984 melawan AS Roma, pendahulu Dudek, Bruce Grobbelaar, memelintir-melintir kakinya. Entah memang berpengaruh atau tidak, Grobbelaar berhasil membawa Liverpool menang dan merebut Piala Champions.

Trik yang sama dipakai Dudek ketika Andriy Shevchenko bertugas sebagai eksekutor terakhir Milan. Terbukti, trik kuno itu berhasil. Eksekusi Sheva mengarah ke tengah gawang dan dengan sebelah tangan, Dudek menahannya. Liverpool pun merajai Eropa! Jerih payah fans Liverpool yang terus menggemuruhkan dukungan untuk klub kesayangan mereka terbayar sudah!

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/04/23/69644_skuad_liverpool_merayakan_juara_liga_champions_2005_300_225.jpg

Mukjizat di Istanbul ini kemudian diabadikan dalam film Fifteen Minutes That Shook The World. Betapa tidak, final Liga Champions musim itu sangat dramatis dan membuktikan segalanya mungkin terjadi di lapangan sepakbola.

Pascafinal Istanbul, hidup tak lagi sama. Tapi, hidup juga berjalan terus. Satu per satu figur pemain heroik, seperti Harry Kewell, Milan Baros, Djibril Cisse, Luis Garcia, Dudek, dan Smicer meninggalkan Anfield dan melanjutkan karir di klub baru.

Sebagian tetap tinggal, terutama Gerrard. Sang kapten sempat disebut-sebut akan hijrah ke Chelsea musim panas 2005 itu. Tapi, Istanbul mengubah segalanya.

“Bagaimana mungkin saya pindah setelah mengalami final seperti ini?” ujar Gerrard.

Arak-arakan bus dengan atap terbuka dan kerumunan satu juta orang, 300 ribu di antaranya memadati St George’s Hall, suatu hari di Mei 2005, pasti takkan pernah dilupakan Liverpudlian sepanjang masa.

Sumber :http://www.rs.goal.com/id-ID/news/2279/editorial/2010/04/22/1890095/spesial-road-to-madrid-2010-kilas-balik-final-liga-champions

Mau nonton Pertandingannya ?
ini
Babak Pertama
Babak Kedua
Babak Perpanjangan anu (baca:waktu) ++ adu penalti
Babak Belur

 
1 Comment

Posted by pada 19 Maret 2011 in Liverpool, motivasi, Sepakbola

 

Kaitkata: ,

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?
Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.
Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.
Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.
Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!

Sumber : http://archive.kaskus.us/thread/6467612

 
Leave a comment

Posted by pada 4 Maret 2011 in artiker, Cinta, motivasi, PSSI, Sepakbola

 

Kaitkata: , , , ,

Penalti Lampard Bawa Chelsea Bekap MU

AFP/Adrian DennisBeritabola.com London – Chelsea menjadi tim kedua yang berhasil mengalahkan Manchester United musim ini. Penalti Frank Lampard membawa The Blues unggul 2-1 atas The Red Devils, yang menyudahi laga dengan 10 pemain.

Bertandang ke markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge, Rabu (2/3/2011) dinihari WIB, MU mampu unggul dulu lewat gol Wayne Rooney. Tetapi, Chelsea berbalik unggul berkat gol David Luiz dan Lampard.

MU menyudahi laga dengan 10 pemain usai Nemanja Vidic mendapat kartu kuning kedua di injury time akibat melanggar Ramires. Di babak pertama, Vidic dikartu kuning karena melanggar Michael Essien.

Ini adalah kekalahan kedua MU di Liga Inggris musim ini setelah sebelumnya mereka kalah dari Wolverhampton Wanderers. MU tetap di puncak klasemen Premiership dengan nilai 60 dari 28 laga. Tapi posisi MU rawan didekati Arsenal yang mengoleksi 56 poin dari 27 laga.

Jalannya pertandingan
Pada laga ini, Chelsea menempatkan Fernando Torres dan Nicolas Anelka sebagai duet ujung tombak. Di kubu sebaliknya, MU menampilkan Wayne Rooney bertandem dengan Javier Hernandez.

Setelah sempat buntu beberapa saat, MU memecah keheningan dengan gol Rooney di menit 30. Menguasai bola di luar kotak penalti, Rooney melepas tembakan keras nan akurat menembus jala Petr Cech. 1-0 buat MU.

Chelsea nyaris menyamakan kedudukan di menit 40 saat terjadi kemelut di mulut gawang MU. Akan tetapi, tendangan Branislav Ivanovic bisa ditepis Edwin van der Sar dan lalu disapu oleh Nemanja Vidic.

Dua menit kemudian, Florent Malouda mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Tetapi tendangan itu pelan saja dan mudah dijinakkan Van Dan Der Sar.

Sepuluh menit babak kedua berlangsung, Chelsea sukses menyamakan skor jadi 1-1. Berawal dari umpan silang Michael Essien, bola di-flick dengan kepala oleh Ivanovic dan Luiz dengan tenang menjebol gawang MU.

Rooney! Pada menit 74, Rooney memetik sebuah peluang. Dikawal Luiz, Roo masih bisa membalikkan badan dan menembak, tetapi Cech masih bisa membendungnya.

Menit 77, Chelsea mendapat hadiah penalti usai Yuri Zhirkov dilanggar Chris Smalling di kotak terlarang. Lampard dengan sempurna menceploskan bola ke gawang MU dan The Blues kini unggul 2-1.

Zhirkov kembali mengancam gawang MU di menit 81. Kali ini, sepakan pemain Rusia itu bisa dibelokkan oleh kaki Vidic, membentur tiang dan keluar. Andai tidak, bisa dipastikan akan menjadi gol.

Di saat MU bernafsu mengejar ketertinggalan, mereka justru harus kehilangan Vidic yang diusir wasit. Bek Serbia itu menarik jatuh Ramires tepat di luar kotak penalti MU.

Akhirnya, skor 2-1 buat keunggulan Chelsea pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit Martin Atkinson.

Susunan pemain
Chelsea: Cech, Ivanovic, David Luiz (Bosingwa 81), Terry, Cole, Essien, Lampard, Ramires, Anelka (Drogba 61), Torres, Malouda (Zhirkov 71)

Man Utd: Van der Sar, O’Shea, Smalling, Vidic, Evra (Fabio 81), Fletcher, Carrick, Scholes (Giggs 70), Nani, Hernandez (Berbatov 70), Rooney (dtc/arp)

Sumber: http://www.beritabola.com/

Chelsea FC 2-1 Manchester United
0-1 30′ Rooney
Luiz 54′ 1-1
Lampard (pen) 79′ 2-1
90′ Vidic
 
Leave a comment

Posted by pada 2 Maret 2011 in Berita, Chelsea, Sepakbola

 

Kaitkata: , ,

Musim panas nanti, Chelsea akan cuci gudang

Drogba, Terry dan Lampard Masuk Daftar Jual
Minggu, 27 Februari 2011, 14:18 WIB

Muhammad Hasits

VIVAnews – Kabar mengejutkan datang dari klub Chelsea. The Blues kabarnya akan melakukan perubahan besar-besar dalam timnya pada akhir musim panas nanti.

Tidak tanggung-tanggung, sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi andalan klub kini masuk daftar akan dijual. Sebut saja John Terry, Frank Lampard dan Didier Drogba.

Rencana penjualan pemain top dunia itu bagian dari strategi pemilik klub, Roman Abramovich, untuk melakukan perubahan di tubuh Chelsea. Apalagi musim ini prestasi Chelsea belum menunjukkan hasil yang memuaskan hati Abramovich.

Menurut sumber yang diperoleh The Sunday Mirror, Drogba akan menjadi korban pertama. Pemain asal Pantai Gading itu kemungkinan akan tersingkir menyusul kedatangan striker anyar, Fernando Torres.

Apalagi, nama Drogba sudah mulai tidak masuk dalam pilihan utama manajer Carlo Ancelotti pasca kedatangan Torres. Ia juga sudah tidak dimainkan lagi saat Chelsea menang 2-0 atas Copenhagen di Liga Champions.

Situasi itulah yang saat ini kabarnya membuat Drogba meradang. Bahkan, kabar terakhir ia mengancam akan hengkang jika tidak dimainkan saat Chelsea menghadapi Manchester United di Stamford Bridge, Selasa, 1 Maret 2011.

Drogba disebut-sebut akan kembali ke bekas klubnya, Marseille. Klub Ligue 1 Prancis itu kemungkinan tak keberatan dengan harga £20 juta untuk pembelian Drogba. Hanya saja, Marseille merasa berat dengan gaji tinggi striker berusia 32 ini. Pasalnya, Drogba mendapat gaji £130.000 setiap pekan di Chelsea.

Sementara rencana Chelsea menjual Terry dan Lampard bisa saja terjadi. Terry yang kini memasuki usia 30 tahun tentu tidak muda lagi. Posisinya di lini belakang membuat Ancelotti mulai memikirkan pengganti kapten tim tersebut. Apalagi, dari 26 laga di kompetisi Liga Inggris, Chelsea sudah kebobolan 22 kali.

Sedangkan Lampard usianya memang sudah berkepala tiga. Gelandang asal Inggris ini sudah 32 tahun. Sebagai pengatur serangan, usia 32 tentu tidak seagresif masa dulu. Bisa saja, kabar yang berhembus Chelsea akan mendatangkan gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka, bisa menjadi kenyataan. (hs)

• VIVAnews
Sumber: http://www.vivanews.com

 

 
Leave a comment

Posted by pada 2 Maret 2011 in Berita, Chelsea, Sepakbola

 

Kaitkata: , , , ,

Milan Hantam Napoli 3-0

Monday, 28 February 2011 23:41 ReutersBeritabola.com

Milan – AC Milan memetik kemenangan meyakinkan dalam laga big match kontra Napoli. Di San Siro, Selasa (1/3/2011) dinihari WIB, Rossoneri menghantam lawannya dengan tiga gol tanpa balas.

Laga antara dua klub penghuni papan atas klasemen Seri A ini berjalan dengan tuan rumah tampil mendominasi. Meski begitu, skuad besutan Masimilliano Allegri harus menunggu hingga babak kedua untuk memborong ketiga golnya.

Diawali dengan eksekusi penalti Zlatan Ibrahimovic di awal babak kedua, Milan kemudian mencetak dua cepat melalui Kevin Prince Boateng dan Alexandre Pato di menit 77 dan 79.

Kemenangan ini mengokohkan Diavolo Rosso di puncak klasemen Seri A dengan poin 58. Milan juga berhasil kembali menjauhkan jaraknya dengan Inter Milan yang kini duduk di posisi dua dengan poin 53.

Sementara buat Napoli, kekalahan telak ini membuat mereka gagal mengklaim kembali posisi dua klasemen. Dengan poin didapat berjumlah 52 skuad besutan Walter Mazzarri harus puas duduk di tangga ketiga.

Jalannya Pertandingan

Sebuah tendangan spekulasi Edison Cavani yang masih melenceng di menit enam membuka serangan Napoli ke gawang Milan. Dua menit berselang gantian Zlatan Ibrahimovic melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang arahnya juga tak tepat sasaran.

Milan kemudian berhasil mengurung pertahanan Napoli, meski Rossoneri tetap kesulitan masuk kotak penalti karena rapatnya pertahanan skuad besutan Walter Mazzarri. Lewat sebuah serangan balik Milan punya peluang lain, namun Matthieu Flamini terlalu cepat berlari saat mencoba menyambar umpan Ibra di dalam kotak penalti.

Peluang terbaik Milan tercipta di menit 31 saat Mark van Bommel dalam posisi bebas melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Tak ada gol dalam proses tersebut karena si kulit bundar berhasil diblok bek Napoli yang datang sambil menjatuhkan diri.

Lima menit sebelum turun minum Milan punya peluang lain. Setelah Flamini kalah cepat dari kiper Morgan De Sanctis saat mengejar bola, Pato berhasil memungut si kulit bundar di dalam kotak penalti. Sepakan Si Bebek ke gawang yang kosong gagal berujung gol karena terlalu pelan hingga bisa dihadang barisan pertahanan lawan.

Babak kedua baru berjalan tiga menit wasit menunjuk titik putih di kotak penalti Napoli menyusul handball yang dilakukan bek tim tamu. Maju sebagai eksekutor, sepakan Ibra ke arah kanan gawang tak sampai dijangkau De Sanctis. Milan unggul 1-0.

Dengan aksi individunya Pato berhasil menusuk ke dalam kotak penalti Napoli, dia kemudian melepaskan umpan sempurna pada Robinho yang masuk dari belakang. Namun sepakan pesepakbola Brasil itu dari jarak dekat dengan cekatan berhasil ditepis De Sanctis.

Milan akhirnya bisa menambah keunggulan di menit 77 lewat skenario serangan balik. Mendapat umpan panjang dari daerah pertahanan, Ibra memantulkan bola pada Pato yang kemudian menyisir sisi kiri pertahanan Napoli.

Menusuk ke kotak penalti, Pato jeli melihat Boateng masuk ke dalam kotak penalti dan menyodorkan bola padanya. Sontekan tertarah dari Boateng melesak ke dalam gawang dan mengubah kedudukan jadi 2-0.

Tiga menit berselang gantian Pato yang mencatatkan namanya di papan skor. Kembali lewat serangan balik yang cepat, kali ini Si Bebek bekerja sendirian menyerbu pertahanan Napoli dengan dikawal dua bek lawan.

Memanfaatkan terpecahnya perhatian bek Napoli karena Ibra yang menusuk di sisi kiri, Pato melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Bola melewati jangkauan kiper De Sanctis dan masuk ke gawang untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.

Susunan pemain

Milan: Abbiati; Abate (Oddo 81), Nesta, Thiago Silva, Jankulovski (Emanuelson 72); Gattuso, Van Bommel, Flamini; Robinho (Boateng 63); Ibrahimovic, Pato

Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica; Maggio (Sosa 79), Pazienza, Gargano (Yebda 85), Dossena; Mascara (Zuniga 65), Hamsik; Cavani (dtc/din)

Sumber:http://www.beritabola.com/

 
Leave a comment

Posted by pada 1 Maret 2011 in Berita, Sepakbola

 

Kaitkata: ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.