RSS

Arsip Tag: indonesia

Tsunami Jepang Merangsek ke 50 Pulau di Dunia



Gempa 8,9 skala Richter di Jepang, Jumat 11 Maret 2011 mengakibatkan tsunami yang akan menjalar ke lebih dari 50 pulau dan negara di sekitar Samudera Pasifik termasuk Indonesia. Tsunami bahkan diperkirakan akan mencapai antartika.

Berikut rincian pulau dan negara yang terkena tsunami, menurut Pacific Tsunami Warning Center:

1. Jepang
2. Rusia
3. Pulau Markus
4. Mariana Utara
5. Guam
6. Pulau Wake
7. Taiwan
8. Pulau Yap
9. Filipina
10. Pulau Marshall
11. Belau
12. Pulau Midway
13. Pulau Pohnpei
14. Pulau Kosrae
15. Indonesia
16. Papua Nugini
17. Nauru
18. Pulau Johnston
19. Pulau Solomon
20. Kiribati
21. Pulau Howland-Baker
22. Hawaii
23. Tuvalu
24. Pulau Palmyra
25. Vanuatu
26. Pulau Jarvis
27. Pulau Wallis-Futuna
28. Samoa
29. Samoa Amerika
30. Pulau Cook
31. Pulau Niue
32. Australia
33. Fiji
34. Kaledonia Baru
35. Tonga
36. Meksiko
37. Pulau Kermadec
38. Polinesia Prancis
39. Selandia Baru
40. Pulau Pitcairn
41. Guatemala
42. El Savador
43. Kosta Rika
44. Nikaragua
45. Antartika
46. Panama
47. Honduras
48. Chile
49. Ekuador
50. Kolombia
51 Peru

Khusus untuk Indonesia, Pacific Tsunami Warning Center yang bermarkas di Hawaii memprediksi tsunami akan tiba di Jayapura, Papua, pukul 18.35 Waktu Indonesia Barat atau pukul 20.35 Waktu Indonesia Timur.

Berikut rincian sejumlah lokasi di Indonesia yang diperkirakan terkena tsunami:

1. Berebere, Maluku Utara, pukul 17.58 WIB
2. Manokwari, Papua Barat, pukul 18.18
3. Jayapura, Papua, pukul 18.35
4. Sorong, Papua, pukul 18.35

sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/…r-ke-antartika

 
Leave a comment

Posted by pada 11 Maret 2011 in Berita, Tsunami

 

Kaitkata: , , ,

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?
Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.
Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.
Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.
Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!

Sumber : http://archive.kaskus.us/thread/6467612

 
Leave a comment

Posted by pada 4 Maret 2011 in artiker, Cinta, motivasi, PSSI, Sepakbola

 

Kaitkata: , , , ,

Irfan Bachdim Datangi Arena Latihan Timnas

Dia akan kembali berlatih bersama Skuad Merah Putih?
Selasa, 1 Maret 2011, 18:10 WIB

Toto Pribadi, Zika Zakiya

Irfan Haarys Bachdim (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews – Striker Persema Malang Irfan Bachdim secara mengejutkan datang ke markas latihan timnas Indonesia U-23 di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Selasa sore 1 Maret 2011. Namun, ternyata bukan untuk ikut berlatih bersama skuad Merah Putih.

Menurut pantauan VIVAnews, Bachdim yang sempat membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 datang dengan kaus putih dipadu jaket jeans dan celana pendek. Pemain berdarah Belanda ini tampak membawa koper hitam.

Ketika ditanya apa alasan kedatangannya ke arena latihan, Bachdim hanya menjawab ringan, “Saya datang karena teman saya Stefano (Lilipaly) datang hari ini. Stefano datang bersama sepupunya, Toni.”

Bachdim rupanya memang datang untuk memberi dukungan bagi Stefano, pemain berdarah asing yang baru bergabung dengan Timnas pada sore ini. “Saya bawa koper karena sore ini harus kembali ke Malang,” dia menjelaskan.

Bachdim mengaku tak bisa menyembunyikan rasa kangennya pada Timnas. Apalagi, saat ia melihat rekannya di Timnas senior seperti Yongki Aribowo masih bisa berlatih bersama Timnas U-23.

“Jujur saja, saya masih rindu Timnas. Saya rindu bermain bersama mereka. Tapi saya masih tetap mendukung mereka apa pun yang terjadi, walau saya sudah tidak masuk tim,” lanjut Bachdim.

Dalam kesempatan itu, Bachdim juga tampak beramah tamah dengan bekas pelatihnya Alfred Riedl. Mereka bersalaman dan memberi kabar layaknya teman lama yang sudah lama tak bertemu. “Saya ingin mengucapkan semoga sukses padanya (Riedl),” kata Bachdim. (sj)

• VIVAnews

Sumber: http://www.vivanews.com

 
Leave a comment

Posted by pada 2 Maret 2011 in Berita, PSSI, Sepakbola

 

Kaitkata: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.